Minggu, 05 September 2010
Beranda arrow HEADLINE NEWS arrow Siang Ini, Gerhana Terlama
Siang Ini, Gerhana Terlama
Kamis, 14 Januari 2010
PEKANBARU—Gerhana matahari terlama di millenium ketiga akan terjadi Jumat (15/1) hari ini. Ini merupakan gerhana matahari cincin dimana bulan akan menutupi matahari persis di tengah sehingga matahari terlihat seperti cincin.


Sayangnya, bentuk persis seperti cincin tersebut kemungkinan besar hanya akan terlihat sempurna di India. Di sana gerhana diprediksi akan berlangsung hampir tujuh jam. Meski demikian, bukan berarti kita di Indonesia, termasuk di Riau tak bisa melihatnya.

‘’Masyarakat Kota Pekanbaru patut bersyukur, karena gerhana matahari cincin ini kemungkinan besar akan bisa terlihat di Kota Pekanbaru dengan frekuensi waktu yang cukup lama,’’ kata Kepala Stasiun BMG Pekanbaru, Philip Mustamu, kepada Pekanbaru Pos, Kamis (14/1).

Menurut Philip, warga Kota Pekanbaru bisa melihat gerhana matahari mulai pukul 14.00 WIB pada detik ke-47 sampai sekitar pukul 16.00 WIB pada detik ke-30. Itu artinya gerhana akan berlangsung hampir selama dua jam.

Sedangkan puncak gerhana matahari cincin tersebut, di Kota Pekanbaru bisa disaksikan sekitar pukul 15.00 WIB pada detik ke-21.

‘’Kejadiannya akan cukup lama. Kita berharap semoga besok (hari ini, red) cuaca cerah dan tidak berawan. Jadi gerhana bisa terlihat dengan jelas. Tidak semua daerah bisa menyaksikan gerhana matahari cincin ini. Frekuensi terlihatnya gerhana juga berbeda-beda di setiap daerah di Indonesia. Ada yang lama dan ada juga yang tidak terlihat sama sekali,’’ kata Philip.

Masyarakat yang ingin melihat fenomena alam yang hanya terjadi sekali 1.000 tahun ini diimbau untuk menggunakan kacamata dan jangan melihat langsung dengan mata telanjang karena bisa berbahaya bagi mata. 

‘’Gunakan kacamata atau alat bantu lainnya. Hindari untuk menatap langsung matahari karena bisa menyebabkan radiasi. Terjadinya gerhana ada tahapan-tahapannya. Dikhawatirkan ada frekuensi cahaya matahari yang terlihat tiba-tiba sangat terang sehingga bisa merusak penglihatan,’’ kata Philip.

Namun Philip memastikan bahwa gerhana matahari cincin, tidak akan berpengaruh besar terhadap kondisi cuaca dan kesehatan. Gerhana matahari cincin merupakan fenomena alam yang bila diperhatikan dengan seksama, menunjukkan keindahan.

‘’Kejadian gerhana ini kan tidak sering terjadi. Hanya sesekali saja. Mungkin inilah gerhana paling terlama dan bisa kita saksikan secara langsung. Silahkan menyaksikan fenomena alam yang indah ini, namun tetaplah berhati-hati hindari menatap langsung matahari,’’ kata Philip.

Gunakan Kacamata

Menurut Profesor Riset Astronomi LAPAN Bandung Thomas Jamaludin, sebenarnya gerhana matahari cincin hanya melewati Afrika Tengah, India Selatan, Myanmar dan China. Daerah lain termasuk Indonesia hanya mendapat gerhana matahari sebagian. 

‘’Di Indonesia akan terlihat di Sumatera 10-60 persen, Jawa Barat dan Tengah 0-12 persen, Kalimantan 0-20 persen, Sulawesi 0-5 persen. Yang lain tidak kebagian,’’ kata Thomas, Kamis (14/1).

Lama gerhana diperkirakan sekitar 2 jam, mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Nah, untuk mereka yang tinggal di Jakarta, gerhana akan terjadi pukul 14.33-16.00 WIB dengan kegelapan hanya 11 persen. Di Bandung, gerhana terjadi pukul 14.39-15.55 WIB dengan kegelapan 8 persen. ‘’Kalau tidak tertutup mendung atau hujan, nanti bisa terlihat,’’ jelas Thomas.

Menurut dia, gerhana ini bisa lebih leluasa dinikmati di Sumatera karena lebih dekat ke jalur gerhana cincin. Lhokseumawe akan mendapat gerhana 53,7 persen pada pukul 13.45-16.44 WIB, Medan akan mendapatkan gerhana 47,1 persen pada pukul 13.50-16.40 WIB, sedangkan Padang mendapatkan gerhana dengan kegelapan 34,1 persen pada pukul 13.57-16.27 WIB.

Jika anda ingin melihat gerhana, jangan lupa memakai kaca mata hitam untuk keamanan mata. Gerhana matahari juga bisa dilihat dengan plastik film, atau klise foto bekas.

‘’Bisa juga melubangi kertas dengan jarum. Sorot matahari yang lewat lubang jarum bisa direfleksikan ke tanah, kertas atau media lain. Nanti gerhananya kelihatan di situ,’’ pungkas Thomas.(afz/dtc/okz/rif)



Komentar
Beri Komentar RSS
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
Masukkan kode yang ada pada gambar.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelum   Berikut >