| SBY Harus Tanggung Jawab |
| Kamis, 04 Maret 2010 | |||||||
PEKANBARU—Sekitar 30 aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelemat Organisasi (HMI -MPO) Cabang Pekanbaru berdemo di bundaran kantor Wali Kota Pekanbaru, Rabu (3/3). Kemudian mereka bergerak menuju gedung DPRD Riau.
Aksi ini digelar dalam rangka mendukung adanya keputusan tegas dari DPR RI atas rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) hak angket Bank Centery yang kemarin tengah diparipurnakan di Jakarta. Para pengunjuk rasa menilai kasus Bank Century bukan sekedar kejahatan ekonomi perbankan biasa, namun memiliki muatan politis. Dana bailout Rp6,7 triliun tak sekedar dikemplang debitur nakal, tetapi juga tersedot untuk kepentingan partai politik tertentu dan juga kandidat calon presiden tahun lalu. ‘’Kita mendesak SBY bertanggungjawab atas masalah ini. Selain itu Boediono dan Sri Mulyani harus mundur dari jabatannya,’’ ungkap Rafi, salah seorang demonstran dalam orasinya. Di gedung DPRD Riau, para aktivis HMI-MPO Cabang Pekanbaru ini diterima Ketua DPRD Riau Johar Firdaus, Wakil Ketua DPRD Riau Taufan Andoso Yakin dan juga sejumlah anggota DPRD Riau. Sebelum menyampaikan tuntutan, pendemo terlebih dahulu mengajak seluruhnya berdoa bersama demi keselamatan bangsa, Dalam pernyataan sikap yang dibacakan di hadapan para wakil rakyat, HMI-MPO menyerukan empat tuntutan. Pertama Minta Pansus hak angket secara tegas mengungkap dan menyebut individu yang bertanggungjawab atas skandal Bank Century. Kedua, mendesak Wapres Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mundur dari jabatannya karena dinilai paling bertangungjawab atas kasus Bank Century. Ketiga, meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga turut bertanggungjawab atas kebijakan yang menyebabkan kerugian Rp 6,7 triliun dan keempat, menantang Presiden SBY membuat kontrak politik dengan rakyat yang isinya rakyat siap mendukung SBY sampai 5 tahun ke depan, jika terbukti tak terlibat skandal Bank Centery, sementara jika terbukti, harus mundur. Atas tuntutan tersebut, Johar Firdaus menyanggupi untuk menyampaikan ke pemerintah pusat. Setelah aspirasi diterima, pengunjuk rasa lantas mengakhiri aksi dengan tertib. Nampak sejumlah polisi melakukan penjagaan aksi tersebut.(mg4/cil)
3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelum | Berikut > |
|---|


PEKANBARU—Sekitar 30 aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelemat Organisasi (HMI -MPO) Cabang Pekanbaru berdemo di bundaran kantor Wali Kota Pekanbaru, Rabu (3/3). Kemudian mereka bergerak menuju gedung DPRD Riau.