Selasa, 07 September 2010
Beranda arrow HEADLINE NEWS arrow Mahasiswa-Polisi Bentrok
Mahasiswa-Polisi Bentrok
Rabu, 10 Maret 2010
ImagePEKANBARU-Massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Pekanbaru terlibat dorong-dorongan dengan petugas kepolisian, Selasa (9/3). Massa HMI dan BEM menggelar aksi demonstrasi di halaman Mapolda memprotes tindakan represif polisi dalam menangani aksi demo, termasuk penyerangan kantor HMI Cabang Makasar.

Pemicu bentrokan dalam aksi tersebut saat petugas kepolisian mengetahui ada seorang mahasiswa yang membawa bensin dengan plastik bening. Wakasat Reskrim Poltabes Pekanbaru, AKP D Marpaung sempat dihalang-halangi mahasiswa. Namun akhirnya polisi berhasil mengamankan satu plastik kecil yang berisi bensin yang diduga untuk melakukan aksi pembakaran.

Aksi turun ke jalan tersebut dimulai sekitar pukul 09.00 WIB di bundaran air mancur depan kantor Wali Kota Pekanbaru, kemudian mahasiswa long march menuju Bank Indonesia. Di depan BI mahasiswa melakukan orasi sebentar, kemudian long march ke Mapolda Riau. 

Massa HMI dan BEM dalam orasinya meminta agar oknum-oknum polisi yang bertindak represif dalam setiap pengawalan aksi demontrasi ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. Karena aksi kekerasan yang dilakukan anggota Polri tidak dibenarkan secara hukum. Maka aksi turun kejalan ini merupakan dukungan moral kepada kawan-kawan HMI yang menjadi korban kekerasan.

‘’Kita meminta Kapolda bertanggungjawab atas tindakan represif atas kasus mahasiswa yang kena tendang dalam aksi beberapa waktu lalu. Jika tidak direspon maka kita mendesak Kapolri untuk Kapolda Riau dicopot,’’ ungkap Ketua HMI Cabang Pekanbaru, Davitra dalam orasinya. 

Sementara itu, dalam menghadapi aksi massa, ratusan personil polisi diturunkan. Puluhan aksi menggelar orasi secara bergantian di depan Mapolda Riau dengan meminta Kapolda menemui massa aksi. Namun, permintaan mahasiswa tidak dipenuhi. Sempat terjadi negosiasi yang cukup alot antara mahasiswa dengan polisi serta terlihat beberapa orang mahasiswa terlihat adu mulut dengan anggota polisi.

Karena permintaan tidak terkabulkan, maka mahasiswa menggoyang-goyangkan pintu gerbang hingga mengalami kerusakan. Untuk mengantisipasi tindakan anarkis mahasiswa, puluhan anggota Dalmas Poltabes Pekanbaru diturunkan. 

Awalnya aksi demontrasi berjalan tertib, karena permintaan untuk bertemu Kapolda tidak dikabulkan maka massa HMI berusaha mendesak masuk dan aksi dorongpun tidak bisa dihindarkan. 

Aksi massa HMI ini, membuat kemacetan di Jalan Sudriman, bahkan arus kendaraan sempat dialihkan tidak melewati halaman Polda Riau. 

Davitra meminta, agar kasus tindakan represif polisi terhadap massa HMI Pekanbaru cepat diselesaikan dan menahan pelakunya. Dalam aksi ini sebenarnya mahasiswa membawa sejumlah tuntutan seperti, hentikan tindak kriminalisasi terhadap gerakan mahasiswa serta proses hukum aparat kepolisian yang melakukan pemukulan terhadap mahasiswa.(cil)





Komentar
Beri Komentar RSS
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
Masukkan kode yang ada pada gambar.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelum   Berikut >