| Siswa SMA Handayani Kesurupan Lagi |
| Selasa, 27 Juli 2010 | |||||||
|
PEKANBARU—Tidak pernah habis-habisnya, dan kembali terulang. Senin pagi (26/7) saat baru mulai jam pelajaran pertama di SMA Handayani Pekanbaru, tiba-tiba terdengar teriakan histeris dari arah lokal kelas II. Beberapa siswi dengan wajah tegang, bahkan di antaranya ada yang berusaha lari ke arah halaman sekolah. Mereka berteriak histeris, bahkan ada yang membuka kerudung kepalanya sambil memegang rambutnya. Kesurupan yang awalnya hanya dialami beberapa orang siswi, dalam sekejap seperti terkena penyakit menular juga dialami siswi yang lainnya. Jumlahnya terus bertambah menjadi 30 orang. Untuk menenangkan puluhan siswi yang kesurupan ini, dibantu guru beberapa orang siswa berusaha menenangkan kesurupan massal yang kembali dialami siswi SMU Handayani ini. Ayat-ayat suci Al Quran dilantunkan, menurut keterangan beberapa orang siswa lantunan ayat-ayat suci ini dapat mengusir roh-roh halus yang merasuki teman-temannya. Ruang-ruang kelas diubah menjadi ruang meditasi mengobati siswi-siswi yang dirasuki mahkluk halus tersebut. Sementara itu, menghindari kemungkinan menularnya kesurupan ini kepada siswa dan siswi yang lain, pihak sekolah terpaksa meliburkan sekolah pada Senin (26/7) itu. ‘’Biasanya memang selalu dipulangkan kalau ada siswi yang kesurupan. Mungkin supaya tidak semakin banyak yang mengalami kondisi serupa,’’ sebut Zulfikar, penjaga SMU Handayani kepada wartawan. Peristiwa kesurupan yang dialami puluhan siswi di SMA Handayani, Pekanbaru ini adalah peristiwa yang kesekian kalinya terjadi. Lima tahun yang lalu, tepatnya pada hari Kamis tanggal 8 Desember 2005, sepuluh siswi kelas II dan III mengalami kesurupan. Awalnya, dialami dua siswi di kelas III IPS yang mendadak kejang-kejang dan jatuh dari kursinya. Saat itu, dalam kondisi tergeletak di lantai kelas, mata mereka terbelalak dan dari mulutnya keluar celotehan dengan suara berat. Kesurupan ini kemudian menjalar hingga ke siswi kelas II dan siswi kelas III IPS lainnya. Setahun sebelumnya, Sabtu, 29 Mei 2004, belasan siswi yang melaksanakan kegiatan olahraga sekolah tiba-tiba beberapa orang siswi yang ikut mata pelajaran olahraga ini, jatuh di tengah lapangan. Tidak lama berselang, dari mulutnya terdengar suara berceloteh dan diiringi dengan teriakan-teriakan yang membuat bulu kuduk merinding. Hanya dalam hitungan menit, gejala serupa juga dialami sedikitnya sepuluh siswi yang lainnya. Berteriak-teriak, dan dari mulutnya terdengar suara berceloteh. Untuk menenangkan siswi-siswi yang kesurupan ini, sekolah terpaksa mendatangkan dua orang paranormal. Rabu, 9 Juni 2010, kesurupan kembali terjadi di SMA Handayani, suasana belajar mengajar tiba-tiba dikagetkan dengan teriakan dari salah seorang siswi. Masih seperti peristiwa yang sudah pernah terjadi, siswi ini meronta-ronta setelah dipegang teman-temannya dan berteriak seperti orang kesakitan. Kesurupan ini tidakl ubahnya seperti penyakit menular yang disebarkan virus tertentu, terlihat dari beberapa orang siswi lainnya yang mengalami kondisi yang sama. Berteriak-teriak dan berceloteh tidak karuan. Setidaknya, terdapat 12 siswi yang mengalami kasus yang sama. Ternyata kasus kesurupan di SMU Handayani, tidak hanya dialami para siswa dan siswinya. Desember 2008, kesurupan malah dialami para tenaga pengajarnya. Dua orang guru yang mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris, kesurupan massal ini menjalar dialami 25 siswa dan siswi di SMU ini.(rtc/rdo)
3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelum | Berikut > |
|---|

